Untuk mengetahui apakah perusahaan sudah memiliki kinerja sesuai yang diharapkan atau belum perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan yang bersangkutan. Evaluasi kinerja merupakan dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan dalam suatu kegiatan, apakah suatu kegiatan tersebut sudah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rangka mencapai Visi dan Misi perusahaan. Evaluasi kinerja dapat dilakukan di berbagai aspek bisnis diantaranya aspek pemasaran, sumber daya manusia, keuangan dan lain- lain.

      Menurut Umar (2002), Aspek- aspek bisnis yang penting untuk dievaluasi adalah Aspek strategi perusahaan, aspek pemasaran dan pasar, aspek operasional, aspek sumber daya manusia, dan aspek keuangan.

1.Aspek Strategi Perusahaan

Pada dasarnya evaluasi kinerja perusahaan dari aspek strategi adalah untuk melihat apakah strategi yang diterapkan perusahaan sudah sejalan dengan yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Menurut David (2004) evaluasi strategi mencakup tiga kegiatan dasar, yaitu (1) mengkaji landasan strategi perusahaan, (2) membandingkan hasil yang diharapkan dengan kenyataan, dan (3) mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana.

Menurut Umar (2002 : 43) evaluasi terhadap aspek strategi perusahaan bermanfaat untuk mengetahui bagaimana implementasi dari strategi perusahaan yang telah ditetapkan tersebut. Biasanya evaluasi terhadap strategi perusahaan akan dilakukan dalam jangka waktu yang agak lama, namun bisa saja suatu strategi segera diubah jika kondisinya mengharuskan

2 Aspek Pemasaran dan Pasar

Menurut Umar (2002) evaluasi untuk aspek pemasaran bisa diarahkan untuk mendapatkan informasi mengenai fakta tertentu dibandingkan dengan target atau rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, diantaranya mengenai:

  • Segmentasi, target, dan posisi produk di pasar.
  • Strategi bersaing yang diterapkan.
  • Kegiatan pemasaran melalui bauran pemasaran.
  • Nilai penjualan.
  • Market-share yang dikuasai perusahaan.

Sedangkan, untuk aspek pasar perlu dilakukan evaluasi mengenai consumer behaviour untuk mengetahui:

  • Pengetahuan, kebutuhan dan keinginan pasar potensial terhadap produk.
  •  Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen terhadap produk.

3 Aspek Operasional

Menurut Umar (2002) beberapa hal penting yang perlu dievaluasi berkaitan dengan aspek operasional perusahaan, misalnya pada industri manufaktur, yaitu:

  • Kualitas produk.
  • Kinerja teknologi yang dipakai.
  • Kapasitas produksi.
  • Persediaan bahanbakudan barang jadi.
  • Aspek Sumber Daya Manusia

Pada dasarnya, evaluasi kinerja dari aspek sumber daya manusia bertujuan untuk membandingkan apakah kinerja sumber daya manusia yang aktual sudah sesuai dengan yang diinginkan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Apabila kinerja sumber daya manusia aktual perusahaan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka perusahaan perlu untuk mengambil tindakan korektif, misalnya dengan mengadakan program pelatihan dan pengembangan, program pengembangan kepribadian, dan lain sebagainya.

Menurut Umar (2002) beberapa hal penting dari SDM yang perlu dievaluasi antara lain mengenai: produktivitas kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, pelatihan dan pengembangan, serta kepemimpinan.

Program pelatihan ditujukan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang.

Pengembangan bersifat lebih luas karena menyangkut banyak aspek, seperti peningkatan dalam keilmuan, pengetahuan, kemampuan, sikap dan kepribadian. Program pelatihan dan pengembangan bertujuan antara lain untuk menutupi kesenjangan (gap) antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan, selain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.

Menurut Dessler (2003) Evaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM) merupakan evaluasi terhadap kinerja karyawan saat ini dan / atau dimasa lalu relatif terhadap standar prestasinya.

5 Aspek Keuangan

Pada dasarnya aspek keuangan memiliki tujuan yaitu untuk menganalisa dan mendeskripsikan kondisi keuangan suatu perusahaan. Menganalisa kondisi keuangan dapat dilakukan dengan membandingkan kondisi keuangan antar periode di perusahaan tersebut.

Menurut Ross, Westerfield danJordan (2008 :57-66) rasio memberikan perbandingan yang lebih baik antar periode waktu dalam suatu perusahaan yang mana memiliki tujuan baik untuk kepentingan internal maupun eksternal perusahaan. Rasio-rasio tersebut adalah:

a. Liquidity ratio: rasio yang menyediakan informasi mengenai likuiditas suatu perusahaan yakni kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya. Berikut adalah macam-macam liquidity ratio:

  • Current ratio: Mengukur likuiditas jangka pendek, karena asset dan kewajiban saat ini secara umum dikonversikan dalam 12 bulan.
  • The Quick (or Acid-Test) Ratio: Mengukur likuiditas jangka pendek layaknya current ratio namun dengan mengeluarkan inventory dari perhitungan tersebut karena inventory sering kali tidak se-likuid current assets.
  • Cash ratio: Pengukuran likuiditas perusahaan dengan jangka waktu yang sangat pendek.
  • Net working capital to total assets: Net Working Capital sering dipakai untuk likuiditas sejumlah perusahaan yang bersifat jangka pendek.
  • Interval measure: Pengukuran yang berguna untuk perusahaan yang baru beroperasi dan memiliki pendapatan yang masih sedikit.

b. Financial leverage ratio: Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan jangka panjang perusahaan dalam melunasi hutang dan kewajibannya. Yang termasuk dalam Financial leverage ratio adalah:

  • Total debt ratio: Perhitungan yang menghitung seluruh total debit dari seluruh kredit.
  • Debt-equity ratio:Pengukuran terhadap total hutang dibandingkan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
  • Equity Multiplier: Pengukuran yang menunjukkan besarnya keseluruhan asset dibandingkan dengan modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
  • Long-term debt ratio: Perhitungan ini menghitung hutang jangka panjang dibagi dengan hutang jangka panjang ditambah total modal.
  • Times interest earned ratio: Rasio ini digunakan untuk mengukur apakah bunga obligasi sebuah perusahaan telah terkover dengan baik.
  • Cash coverage ratio: Perhitungan ini digunakan untuk mengukur apakah kas yang ada bisa untuk membayar bunga.

c. Turnover ratio: Rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi dari penggunaan asset. Yang termasuk dalam Turnover ratio adalah:

  • Inventory turnover: Pengukuran ini mengukur seberapa efektif tingkat penjualan.
  • Days’ sales in inventory: Pengukuran untuk menghitung seberapa lama penjualan suatu barang.
  • Net working capital: Pengukuran yang digunakan untuk menghitung berdasarkan asset penjualan dibandingkan dengan asset perusahaan.
  • Fixed asset turnover: Pengukuran ini didasarkan dari penjualan dibandingkan dengan total fixed asset.
  • Total asset turnover: Pengukuran ini didasarkan dari perhitungan penjualan dibandingkan dengan total aset.

d. Profitability ratio: Perhitungan ini ditujukan untuk mengukur seberapa tingkat keuntungan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Yang termasuk didalam profitability ratio adalah:

  • Profit margin: Pengukuran untuk menghitung seberapa besar persentase keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Return on Assets: Pengukuran yang dilakukan untuk menghitung setiap rupiah dibandingkan dengan asset yang dimiliki.
  • Return on Equity: Pengukuran untuk menilai seberapa besar yang didapatkan oleh pemegang saham dalam satu tahun periode perhitungan.

e. Market value ratio: Pengukuran terhadap nilai pasar dari perusahaan yang pengambilan datanya dapat diperoleh dari harga pasar per share of stock. Ratio-rasio ini terdiri dari:

  • Price earning ratio: Rasio yang mengukur harga per lembar saham dibanding dengan pendapatan per lembar saham yang bertujuan untuk mengetahui nilai yang dihasilkan per lembar saham.
  • Prices-sales ratio: Rasio yang mengukur harga per saham dibanding dengan tingkat penjulan per saham.
  • Market-to-book ratio: Rasio yang mengukur harga saham dipasaran dibanding dengan harga per lembar saham tertulis (book value).
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s